Teknologi LIDAR dan UAV dalam Konstruksi Jalan Teknologi LIDAR dan UAV dalam Konstruksi Jalan

Teknologi LIDAR dan UAV dalam Konstruksi Jalan

by : Aditya Y Pradhana

Pada pembahasan kali ini, kita akan membahas tentang teknologi Lidar di bidang konstruksi jalan. Nah, sebelumnya kita cari tau dulu, apa itu Lidar? Jadi, lidar adalah singkatan dari Light Detection and Ranging.

Yah, Lidar merupakan sebuah teknologi dengan menerapkan sistem penginderaan jauh yang menentukan jarak dengan menembakkan sinar laser.

Seperti sonar yang menggunakan gelombang suara untuk memetakan sesuatu, dan radar yang menggunakan gelombang radio, lidar menggunakan cahaya yang dikirim dari laser. Lidar banyak dipakai di navigasi mobil tanpa sopir atau autonomus vehicle.

Dengan adanya lidar, mobil dapat mengetahui adanya mobil lain, halangan, belokan, pejalan kaki dll. Dengan demikian, mobil bisa berjalan secara autonomus karena dapat melihat objek objek yang ada di sekitarnya.

Lidar juga telah banyak diaplikasikan pada UAV yaitu singkatan dari Unmaned Aerial Vehicle atau pesawat tanpa awak. Dengan menggunakan lidar, maka UAV dapat memetakan kontur geografis dari area yang dijelajahi, kontur geografi ini didapatkan dari rekonstruksi kumpulan data jarak yang diperoleh lidar.

Data yang dihasilkan lidar yaitu data dalam bentuk point cloud. Point cloud itu adalah kumpulan titik dan mewakili bentuk tiga dimensi. Setiap titiknya dengan koordinat X, Y, dan Z. Jika banyak cloud yang disatukan, maka bisa membentuk permukaan poin cloud dimensi 3D, bisa juga digunakan buat dimensi permukaan bumi.

Semacam, digital elevation model (DEM), juga digital surface model (DSM). Sekarang, apa itu DEM dan DSM?

DEM adalah model permukaan bumi dan hanya menyajikan ketinggian permukaan tanah (bare earth), tanpa adanya pepohonan atau bangunan. Kalau DSM menyajikan ketinggian permukaan tanah dan objek-objek yang terlihat dari atas tanah seperti, vegetasi/pepohonan, bangunan, dan lain-lain.

Dua metode pemetaan yang menggunakan drone yaitu dengan teknologi lidar dan foto Udara kamera yang disebut juga dengan photogrammetry.

Kedua metode ini paling sering digunakan untuk pemetaan topografi yang cakupannya luas, sehingga tidak perlu membutuhkan banyak tenaga untuk pemetaan konvensional atau (pemetaan terestris).

Karena, waktu untuk pengambilan dan pemrosesan data dapat dilakukan lebih cepat. Lalu apa saja keunggulan lidar?

Jadi, lidar mempunyai kelebihan dibanding pemetaan topografi dengan photogrammetry, seperti berikut:

  • Akurasi kontur lidar lebih baik dibanding menggunakan kamera optis. Contohnya, ketika memetakan tempat duduk di stadion, hasil dari photogrammetry seperti permukaan rata, sedangkan pada lidar, lengkungan kursi terlihat jelas.
  • LiDar memiliki sumber energi sendiri yaitu laser, sehingga lidar bisa digunakan di malam hari, sedangkan photogrammetry mengandalkan cahaya matahari sehingga hanya bisa digunakan di siang hari saja.
  • LiDAR mampu mendeteksi wilayah dengan kondisi yang berkabut berbeda dengan kamera yang harus terhindar dari kabut.
  • LiDar dapat memperoleh data permukaan tanah di bawah rimbunan pohon. Itu karena LiDAR pakai sinar laser.

Jadi selama masih ada cahaya, maka data lidar bisa diperoleh. Kemudian, data tumbuhan yang sudah didapatkan bisa kita hapus sehingga didapatkan model permukaan tanah tanpa pepohonan (bare earth).

Global Positioning System (GPS) berfungsi untuk melacak ketinggian dan lokasi pesawat Inertial Measuring Unit (IMU) berfungsi untuk melacak orientasi dan kecepatan pesawat saat terbang.

Komputer berfungsi untuk merekam semua informasi ketinggian saat lidar memindai permukaan. Nah, keempat bagian sistem lidar ini bekerja sama untuk menghasilkan hasil yang sangat akurat.

Bagaimana pengaplikasian lidar dibidang konstruksi jalan?

Data yang didapat dari pemetaan LiDAR adalah data elevasi, dalam bentuk Digital Elevation Model, yaitu DSM dan DEM. Data ini bisa kita gunakan untuk rencana pembuatan terowongan,jembatan, pembuatan jaringan jalan dll.

Perkembangan software dan dunia digital yang begitu cepat juga membantu mempermudah konstruksi jalan menjadi lebih cepat dan efisien. Nah, begitulah teman teman, penjelasan mengenai teknologi lidar di bidang konstruksi jalan.

Semoga apa yang kita bahas pada hari ini bisa menambah wawasan kita mengenai teknologi pemetaan.

Teknologi LIDAR Light Detection and Ranging digital elevation model digital surface model dsm dem Point cloud

Related

Latest Posts: